My Pages

Kamis, 22 Oktober 2015

Kaulah Kamuku

Aku yang sama sekali tak menyangka, bahwa aku telah jatuh hati padanya. Dia adalah kakak kelasku di bangku SMK.
Dulu semenjak satu sekolah memang aku sering memanggil dia. Meskipun dirinya tak pernah sama sekali menoleh ke arahku. Tapi bukan karena ku suka. Melainkan mengusilkan teman sekelasku yang sangat mengagumi dia.
Banyak teman yang satu angkatan bersamaku kagum kepadanya, mungkin sudah ada yang cinta. Tapi dulu entah kenapa aku selalu menganggap dia biasa. Sering kali hati berbicara “apasih lebay banget” ketika melihat teman2ku gembira dan teriak-teriak tidak jelas ketika melihatnya.

· · ·         

Di suatu hari aku mulai aktif kembali di social media (twitter). Dimana aku selalu posting kegiatan-kegiatan yang tengah aku lakukan dan posting status-status sepele misalkan “ngantuk, jadi pengen makan” hehehe. Setelah beberapa hari kemudian ada mention dari seseorang yang masuk ke notification akun twitter ku dan dia pun berkata “follback?”. Awalnya aku tidak tahu itu siapa.
“daripada penasaran mending intip dulu twitternya, takut nya orang asing” ucapku dalam hati. Ketika aku stalking twitternya ternyata aku sudah mem-follow dia. Masih dalam keadaan setengah bingung setengah penasaran “loh kok gue udah follow dia? Ini siapa sih?” ucapku dalam hati.
Aku tetap melanjutkan stalking twitternya dan intip foto-fotonya. Spontan kaget (lebay banget) ketika mengetahui bahwa dia adalah kakak kelasku di bangku SMK yang memang sangat terkenal dan disukai oleh banyak perempuan namun dulu aku tidak. Setelah mengetahui itu siapa aku langsung membalas mention darinya, “udah follow dari kapan tau kak” balasku.

Nah mulai dari situ aku dan dia memulai percakapan yang bisa dibilang ‘percakapan ga jelas’ hehehe. Setelah sekian lama bercakap-cakap lewat mention twitter ada 1 Message masuk ke DM (Dirrect Message) twitterku. Ya, dia. Lagi lagi dia yang masuk ke twitterku . Dia meminta no handphone ku. Dengan berpikir panjang aku mengasih no handphone ku. Kalo Dipikir-pikir kurang enak juga kalo berkomunikasi lewat twitter hehehe.

 · · ·    

Beberapa hari kemudian handphone-pun bergetar, ternyata ada pemberitahuan pesan masuk. Ya, dia. Lagi lagi dia yang masuk ke notif handphone-ku.
“Test… ini bener nomernya Cholifah Nur?” katanya.
“bener kok. Maaf ini siapa?” jawabku
“Arfan ..” jawabnya singkat.

Seiring berjalan nya waktu aku dan dia saling bertanya-tanya lewat sms. Mungkin supaya kenal lebih dekat aja. Sikap dia yang begitu manis dan tutur katanya yang begitu bagus telah membuatku sama seperti teman-temanku yang mengaguminya. Ya mengagumi. Bahkan lebih dari kata kagum. 

Di suatu malam dia bertanya-tanya tentang masa laluku. Entah maksudnya apa, yang jelas aku agak bete gitu kalo ada yg nanya tentang hal itu. Tanpa berpikir panjang aku langsung menceritakan kehidupan masa laluku lewat sms. Masa laluku yang sangat kelam. Benar-benar kelam.
Aku tak malu sama sekali ketika aku berbicara tentang itu kepadanya. Yaa karna memang begitu adanya Tapi aku malu kepada Allah yang telah menciptakanku
Kenapa aku melanggar perintah-Nya? Kenapa aku melakukan hal yang justru dilarang-Nya? Entah. Yang jelas, kelamnya masa laluku telah menjadi terang karena taubatku :) 

Sejenak pikiran pun berkata “apa mungkin dia akan menghindar dariku ketika dia mengetahui masa laluku seperti apa?”. Jika memang dia akan menghindar dariku tak masalah. Aku bukan siapa-siapa dia. Aku hanya wanita sederhana diantara banyaknya wanita yang menyukainya. Rencana Allah akan jauh lebih indah.

Sering sekali dia mengirim tulisan yang dirangkainya lewat sms. Bahagiaku setengah mati. Tapi aku tau ini hanya bahagia yang ditiup angin. Bahagia semata.
Apakah tulisan itu hanya tertuju kepadaku? Yang jelas aku tidak mengetahuinya.
Tapi yang pasti dia telah membuatku terbang. Dia telah membuatku cinta.

Pada suatu hari ada kegiatan MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru, kalo dulu sih MOS hehe) disekolahku. Aku menjadi panitia sekaligus menjadi kakak pembimbing Gugus 20. Ketika aku sedang berjalan menuju ke arah gerbang sekolah tiba-tiba ada dua orang temanku yang memanggilku dari belakang dan agak jauh dari posisiku. Sebut saja namanya Ayu & Dewi hehehe. Mereka pun menghampiriku.
“Nur, ada titipan nih” katanya.
“Titipan? Dari siapa? (paling titipan dari ibu *ucap dalam hati)” balasku.
“Dari kak Arfan” balas Ayu.
“Kak Arfan? Serius? *muka kaget*” tanyaku.
“Serius, ngapain gue bohong” jawab ayu singkat.
“Kok bisa sih yu? *tetap pasang muka ga percaya dan kaget*” tanyaku dengan penasaran.
“Yaa bisa, semalem dia kerumah gue nitip ini. Awalnya mau gue taro di tas lu tapi gajadi deh, ke orangnya aja langsung” jawab ayu.
“ohh gitu, makasih ya dew yu” balasku dengan muka bahagia(ciye).
Ayu dan Dewi pun kembali ke kelas.

Tanpa melanjutkan perjalananku ke arah gerbang dengan senang hati aku langsung lari ke ruang osis untuk membuka titipan yang diberinya itu. Kebetulan ketika aku sedang berlari aku lari dihadapan dua teman dekatku, yakni Okti dan Hanna (teman dekatku ga hanya dua sih, tapi tujuh hehehe. Yaitu Romusha + Okti wkwk) Aku memberitahukan kepada teman dekatku bahwa aku sedang bahagia, sangat bahagia malah (ciyeeee). Akupun langsung masuk ke ruangan osis untuk mengetahui titipan apa yang diberi kak Arfan itu. Dan ternyata titipan itu adalah sebuah buku, sebuah buku yang berjudul ‘The Perfect Muslimah’ , dari judulnya aja udah menginspirasi banget hehe. Tak hanya buku, di titipan itu terselip sebuah tulisan yang dirangkainya untukku. Tanpa pikir panjang aku langsung membaca tulisan itu. Ketika aku membacanya hatiku pun benar-benar tersentuh, tersentuh akan setiap kalimat yang dipaparkan. Untung saja pada saat itu seluruh panitia sedang berada dilapangan. Jadi aku bebas mau jingkrak-jingkrak, jungkir balik, jempalitan diruangan itu hehehe.

 · · ·    


Sangat aneh
Ya sangat aneh
“Seseorang yang aku anggap biasa”
Telah berganti menjadi
“Seseorang yang aku anggap special”
Aku tak mengerti apa maksudnya hati ini
Yang jelas aku benar-benar mencintainya
Tak berani diriku untuk mengungkapkan
Aku hanya perempuan biasa
Bisa dibilang tak cantik

Apakah dia mencintaiku?
Rasanya seperti mustahil jika dia mencintaiku

Entah apa yang kini tengah aku rasa
Aku yang tengah dilanda cinta
Tak berani diriku berkata bahwa aku mencintainya
Tak diungkapkan bukan berarti tak cinta bukan?
Cinta ini akan kusimpan dalam diam
Diam dengan kekuatan harapan
Diam dengan kekuatan impian
Diamku bukti kesetiaanku padanya
Aku tetap mencintainya dengan caraku.
Akan ku titipkan cinta dalam diamku ini kepada Allah swt.
Allah Sang Pemilik Hati
Allah Sang Pemilik Cinta
Allah yang Maha Membolak-balikan hati
Allah yang Maha Segalanya
InsyaAllah harapan dan impianku akan berbuah menjadi kenyataan. Aamiin

Aku yakin Allah masih mempunyai banyak rencana dan hadiah yang jauh lebih indah untukku, untukmu, untuk kita. Kaulah Kamuku.


Buat kakak yg disana
Buat kakak yg lagi baca tulisan ini
Dapet salam rindu dari sini hehe 
Ini tulisan pertamaku
Kalo ada kata-kata yang lebay maklumin aja hehehe
“Kaulah Kamuku”



 Created by : Cholifah Jo

Habib Hasan Subhanallah walhamdulillah

 

CHOLIFAH STORY

No one can change the past, but everyone has a power to change the future.

Blogger

Pursue your World as if you live forever. And pursue your End World as if you will die tomorrow.

About me

I'm just an ordinary woman.