Aku yang sama sekali tak menyangka, bahwa
aku telah jatuh hati padanya. Dia adalah kakak kelasku di bangku SMK.
Dulu semenjak satu sekolah memang aku
sering memanggil dia. Meskipun dirinya tak pernah sama sekali menoleh ke
arahku. Tapi bukan karena ku suka. Melainkan mengusilkan teman sekelasku yang
sangat mengagumi dia.
Banyak teman yang satu angkatan bersamaku
kagum kepadanya, mungkin sudah ada yang cinta. Tapi dulu entah kenapa aku
selalu menganggap dia biasa. Sering kali hati berbicara “apasih lebay banget”
ketika melihat teman2ku gembira dan teriak-teriak tidak jelas ketika
melihatnya.
· · ·
Di suatu hari aku mulai aktif kembali di
social media (twitter). Dimana
aku selalu posting kegiatan-kegiatan yang tengah aku lakukan dan posting
status-status sepele misalkan “ngantuk, jadi pengen makan” hehehe. Setelah
beberapa hari kemudian ada mention dari seseorang yang masuk ke notification akun twitter ku dan dia pun berkata
“follback?”. Awalnya aku tidak tahu itu siapa.
“daripada penasaran mending intip dulu
twitternya, takut nya orang asing” ucapku dalam hati. Ketika aku stalking twitternya ternyata aku sudah mem-follow dia. Masih dalam keadaan setengah
bingung setengah penasaran “loh kok gue udah follow dia? Ini siapa sih?” ucapku
dalam hati.
Aku tetap melanjutkan stalking twitternya dan intip foto-fotonya.
Spontan kaget (lebay banget) ketika
mengetahui bahwa dia adalah kakak kelasku di bangku SMK yang memang sangat
terkenal dan disukai oleh banyak perempuan namun dulu aku tidak. Setelah mengetahui
itu siapa aku langsung membalas mention darinya, “udah follow dari kapan tau
kak” balasku.
Nah mulai dari situ aku dan dia memulai
percakapan yang bisa dibilang ‘percakapan ga jelas’ hehehe. Setelah sekian lama
bercakap-cakap lewat mention twitter ada 1 Message masuk ke DM (Dirrect
Message) twitterku. Ya, dia.
Lagi lagi dia yang masuk ke twitterku . Dia meminta no handphone ku. Dengan
berpikir panjang aku mengasih no handphone ku. Kalo Dipikir-pikir kurang enak
juga kalo berkomunikasi lewat twitter hehehe.
· · ·
Beberapa hari kemudian handphone-pun
bergetar, ternyata ada pemberitahuan pesan masuk. Ya, dia. Lagi lagi dia yang
masuk ke notif handphone-ku.
“Test… ini bener nomernya Cholifah Nur?”
katanya.
“bener kok. Maaf ini siapa?” jawabku
“Arfan ..” jawabnya singkat.
Seiring berjalan nya waktu aku dan dia
saling bertanya-tanya lewat sms. Mungkin supaya kenal lebih dekat aja. Sikap
dia yang begitu manis dan tutur katanya yang begitu bagus telah membuatku sama
seperti teman-temanku yang mengaguminya. Ya mengagumi. Bahkan lebih dari kata
kagum.
Di suatu malam dia bertanya-tanya tentang
masa laluku. Entah maksudnya apa, yang jelas aku agak bete gitu kalo ada yg
nanya tentang hal itu. Tanpa berpikir panjang aku langsung menceritakan
kehidupan masa laluku lewat sms. Masa laluku yang sangat kelam. Benar-benar
kelam.
Aku tak malu sama sekali ketika aku
berbicara tentang itu kepadanya. Yaa karna memang begitu adanya Tapi aku malu
kepada Allah yang telah menciptakanku
Kenapa aku melanggar perintah-Nya? Kenapa
aku melakukan hal yang justru dilarang-Nya? Entah. Yang jelas, kelamnya masa
laluku telah menjadi terang karena taubatku :)
Sejenak pikiran pun berkata “apa mungkin
dia akan menghindar dariku ketika dia mengetahui masa laluku seperti apa?”.
Jika memang dia akan menghindar dariku tak masalah. Aku bukan siapa-siapa dia.
Aku hanya wanita sederhana diantara banyaknya wanita yang menyukainya. Rencana
Allah akan jauh lebih indah.
Sering sekali dia mengirim tulisan yang
dirangkainya lewat sms. Bahagiaku setengah mati. Tapi aku tau ini hanya bahagia
yang ditiup angin. Bahagia semata.
Apakah tulisan itu hanya tertuju kepadaku?
Yang jelas aku tidak mengetahuinya.
Tapi yang pasti dia telah membuatku
terbang. Dia telah membuatku cinta.
Pada suatu hari ada kegiatan MOPDB (Masa
Orientasi Peserta Didik Baru, kalo dulu sih MOS hehe) disekolahku. Aku menjadi
panitia sekaligus menjadi kakak pembimbing Gugus 20. Ketika aku sedang berjalan
menuju ke arah gerbang sekolah tiba-tiba ada dua orang temanku yang memanggilku
dari belakang dan agak jauh dari posisiku. Sebut saja namanya Ayu & Dewi
hehehe. Mereka pun menghampiriku.
“Nur, ada titipan nih” katanya.
“Titipan? Dari siapa? (paling titipan dari
ibu *ucap dalam hati)” balasku.
“Dari kak Arfan” balas Ayu.
“Kak Arfan? Serius? *muka kaget*” tanyaku.
“Serius, ngapain gue bohong” jawab ayu
singkat.
“Kok bisa sih yu? *tetap pasang muka ga
percaya dan kaget*” tanyaku dengan penasaran.
“Yaa bisa, semalem dia kerumah gue nitip
ini. Awalnya mau gue taro di tas lu tapi gajadi deh, ke orangnya aja langsung”
jawab ayu.
“ohh gitu, makasih ya dew yu” balasku
dengan muka bahagia(ciye).
Ayu dan Dewi pun kembali ke kelas.
Tanpa melanjutkan perjalananku ke arah
gerbang dengan senang hati aku langsung lari ke ruang osis untuk membuka
titipan yang diberinya itu. Kebetulan ketika aku sedang berlari aku lari
dihadapan dua teman dekatku, yakni Okti dan Hanna (teman dekatku ga hanya dua
sih, tapi tujuh hehehe. Yaitu Romusha + Okti wkwk) Aku memberitahukan kepada
teman dekatku bahwa aku sedang bahagia, sangat bahagia malah (ciyeeee). Akupun
langsung masuk ke ruangan osis untuk mengetahui titipan apa yang diberi kak
Arfan itu. Dan ternyata titipan itu adalah sebuah buku, sebuah buku yang
berjudul ‘The Perfect Muslimah’ , dari judulnya aja udah menginspirasi banget
hehe. Tak hanya buku, di titipan itu terselip sebuah tulisan yang dirangkainya
untukku. Tanpa pikir panjang aku langsung membaca tulisan itu. Ketika aku
membacanya hatiku pun benar-benar tersentuh, tersentuh akan setiap kalimat yang
dipaparkan. Untung saja pada saat itu seluruh panitia sedang berada dilapangan.
Jadi aku bebas mau jingkrak-jingkrak, jungkir balik, jempalitan diruangan itu
hehehe.
· · ·
Sangat aneh
Ya sangat aneh
“Seseorang yang aku anggap biasa”
Telah berganti menjadi
“Seseorang yang aku anggap special”
Aku tak mengerti apa maksudnya hati ini
Yang jelas aku benar-benar mencintainya
Tak berani diriku untuk mengungkapkan
Aku hanya perempuan biasa
Bisa dibilang tak cantik
Apakah dia mencintaiku?
Rasanya seperti mustahil jika dia
mencintaiku
Entah apa yang kini tengah aku rasa
Aku yang tengah dilanda cinta
Tak berani diriku berkata bahwa aku
mencintainya
Tak diungkapkan bukan berarti tak cinta
bukan?
Cinta ini akan kusimpan dalam diam
Diam dengan kekuatan harapan
Diam dengan kekuatan impian
Diamku bukti kesetiaanku padanya
Aku tetap mencintainya dengan caraku.
Akan ku titipkan cinta dalam diamku ini
kepada Allah swt.
Allah Sang Pemilik Hati
Allah Sang Pemilik Cinta
Allah yang Maha Membolak-balikan hati
Allah yang Maha Segalanya
InsyaAllah harapan dan impianku akan
berbuah menjadi kenyataan. Aamiin
Aku yakin Allah masih mempunyai banyak
rencana dan hadiah yang jauh lebih indah untukku, untukmu, untuk kita. Kaulah
Kamuku.
Buat kakak yg disana
Buat kakak yg lagi baca tulisan ini
Dapet salam rindu dari sini hehe
Ini tulisan pertamaku
Kalo ada kata-kata yang lebay maklumin aja
hehehe
“Kaulah Kamuku”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar